Pembukaan Asian Games 2018 petcahhhh. Lagu Indonesia Raya yang dinyanyikan penonton satu stadion (bahkan mungkin se-Indonesia yang sedang menyaksikannya di tv). Tari Saman yang bikin merinding. Hingga skenario video Jokowi yang gokil tenan rek.

Namun, di tahun politik seperti ini, setiap gerak gerik para sosok politik, selalu menjadi pro kontra. Dan video presiden Jokowi lah yang hingga kini menjadi pembicaraan netizen.

Ada yang membahas stuntman. Ada juga yang melihat kekosongan pesan di video tersebut. Macam-macamlah.

Bagaimana jika skenario video Jokowi diubah? Melibatkan banyak sosok, sekaligus mempromosikan ploduk-ploduk Indonesia?

Jangan Terkejut, begini jadinya jika skenario video Jokowi diubah :

Ceritanya bermula dari Lombok, NTB. Presiden yang sedang menjenguk korban gempa, diingatkan oleh Paspampres.

“Pak, waktunya bergerak menghadiri pembukaan Asian Games di Jakarta,” kata Paspampres di samping kanan presiden.

Setelah pamit dengan Tuan Guru Bajang, presiden dijemput mobil Esemka.

Ditengah perjalanan menuju Bandara Lombok, presiden teringat barang yang ketinggalan.

Ketika akan balik kanan ke lokasi semula, tiba-tiba… wuzzzzzz…

Sesosok pria membawa Alquran berlari mendekat. Ia adalah Zohri. Manusia tercepat di Indonesia zaman now.

Alquran tersebut pemberian Tuan Guru Bajang untuk presiden Jokowi. Setelah mengucapkan terima kasih ke Zohri, perjalanan pun dilanjutkan.

Malangnya, 10 menit berjalan, mobil Esemka kehabisan minyak.

Tak disangka, mobil sport berwarna kuning bertuliskan “SELO” menghampiri. Saat pintu mobil dibuka, seorang penumpang dan seorang supir segera keluar. Sosok tersebut adalah Ricky Elson dan Dahlan Iskan. Yang kebetulan sedang mengembangkan listrik tenaga matahari untuk korban gempa.

“Mari pak, kita lanjutkan dengan mobil listrik karya anak bangsa ini,” ujar Dahlan Iskan.

Presiden mengangguk. Ricky Elson mempersilahkan kursinya diduduki presiden. Supirnya, Dahlan Iskan.

Perjalanan kembali dilanjutkan. Aman, lancar dan tanpa emisi.

Sesampainya di Bandara Lombok, tidak ada satupun pesawat yang terlihat. Hanya ada satu helikopter jenis Fennec, buatan PT DI.

Tidak ingin terlambat, presiden segera menghampiri sang pilot helikopter.

Berkacamata hitam. Lengkap dengan baret merah yang dihiasi tiga bintang emas. Sang pilot, Prabowo Subianto segera menyilahkan presiden Jokowi naik.

Helikopter langsung mengudara. Tidak langsung menuju Jakarta, melainkan ke Bandara Ngurah Rai, Bali.

Dalam perjalanan, dari atas laut menuju Bali, terlihat kapal-kapal buatan PT PAL Indonesia mengangkut bantuan untuk korban gempa Lombok.

Helikopter mendarat dengan selamat di Bandara Ngurah Rai. Presiden diarahkan segera menaiki pesawat CN 235. Terlihat Mardani Ali Sera memegang spanduk bertuliskan #GantiPesawatPak. Diiringi lagu GantiPesawat, ciptaan terbaru Sang Alang.

Di dalam pesawat, presiden Jokowi disambut mantan presiden BJ Habibie. Terlihat juga Megawati Soekarnoputri sedang berdiskusi dengan SBY.

Waktu semakin mepet. CN 235, pesawat kebanggaan Indonesia langsung gas pol. Diiringi dua jet tempur KFX/IFX buatan Indonesia – Korea Selatan. Sebelah kanan ditunggangi AHY, sebelah kiri Sandiaga Uno.

CN 235 dengan gagah menyusuri kekayaan alam Indonesia. Birunya laut dan hijaunya hutan membentang layaknya permadani.

“Pak, sepertinya waktu semakin menipis, kalau kita mendarat di Bandara, bapak akan terlambat ke SUGBK,” kata BJ Habibie memecah kesyahduan.

“Cara satu-satunya agar bisa tepat waktu, bapak terjun dengan parasut ke tengah SUGBK,” sambut SBY.

Tanpa pikir panjang, presiden langsung memilih untuk terjun dengan parasut.

Sementara itu, keadaan di tribun stadion mulai resah. Pak Presiden tak juga nampak. Anies Baswedan dengan bahasanya yang mantap, menyakinkan para tamu luar negeri. Agar tetap tenang. Karena ada kejutan yang luar biasa.

Dan… CN 235 pun melintas di atas SUGBK. Kecepatan dan ketinggian di turunkan. Presiden pun bersiap melompat.

1…2…3… Hap…

Tangan dan kaki membentang. Menghambat gaya gravitasi. Hingga saat ketinggian yang pas, presiden membuka parasut. Tapi, parasut terbuka tidak sempurna!

Presiden berusaha memutuskan tali. Tetap tidak bisa. Sementara jarak ke bumi semakin dekat.

Dengan sigap, 4 penempak jitu dari TNI, yang sudah 11 kali juara AASAM mengambil tempat membidik. Dengan senjata buatan PT Pindad.

Dor… Dor… dor… dor… One Shot One Rope.

Presiden terbebas dari belitan parasut pertama. Dan langsung menarik parasut cadangan. Yang langsung mengembang sempurna.

Insiden yang terus disorot kamera dan disiarkan secara live ini membuat seluruh penonton bersorak.

Sangking senangnya Imam Besar Habib Rizieq Shihab dan para ulama yang sedari awal berdoa langsung bertakbir.

Para ketua partai yang duduk di barisan depan, melakukan standing ovation.

Mahfud MD dan Karni Ilyas yang sama-sama memakai kemeja putih tangan panjang, ikut berteriak senang sambil meninju langit. 

Dan… skenario video Jokowi pun berakhir. Semua kebagian peran. Ayo sama-sama kita sukseskan Asian Games 2018.

NB : Bakal jatuh korban beberapa stuntman.

Topics #Asian Games 2018 #Featured #Indonesia Bisa #skenario baru #video pendek Jokowi