Lucu sekaligus miris. Melihat jawaban peserta test TNI AU saat disuruh sebutkan nama 7 pahlawan revolusi. Rekaman diambil di sebuah sesi wawancara seleksi masuk TNI Angkatan Udara.

Terlihat cuplikan saat peserta wawancara diminta menyebutkan nama-nama Pahlawan Revolusi. Yaitu para perwira TNI Angkatan Darat yang menjadi korban pembunuhan G30S/PKI pada 1965.

Dalam video tersebut, peserta wawancara menyebut sejumlah nama seperti Naga Bonar, Jenderal Diponegoro, hingga Arya Penangsang. Penyebutan itu dilakukan secara ngawur dengan menyebut tokoh-tokoh yang tak relevan dengan sejarah G30S/PKI.

“Sebutkan pahlawan revolusi?” tanya pewawancara yang merupakan personel TNI AU di video tersebut.

“Siap, satu Jenderal Naga Bonar, dua Jenderal Ahmad Yani, tiga Jenderal Mangkubumi, empat Mayjen Pattimura, lima Bung Karno, enam Bung Hata, tujuh Jenderal Gatot Subroto, delapan Jenderal Diponegoro, sembilan Aryo Penangsang,” jawab peserta wawancara.

Baca : Iran Latihan Perang Besar di Teluk Persia

“Yakin?” tanya pewawancara. “Siap, yakin,” jawab peserta wawancara. “Bagus kamu , ya,” ujar pewawancara menanggapi.

“Kenapa bukan Jenderal Aryo Wiro Sableng?” tanya personel TNI AU yang lain. “Siap, tidak,” tepis peserta wawancara.”

Jawaban tersebut mengundang tawa sejumlah personel angkatan laut. “Bagus kamu ya. Jangan bilang teman-temannya kalau ini pahlawan revolusi,” kata pewawancara menyarankan. “Siap,” peserta wawancara kembali menjawab.

Video jawaban peserta test TNI AU berdurasi 39 detik itu pun diunggah mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo.

“Salah satu bukti anak-anak sekarang tidak mengerti siapa saja yang pahlawan revolusi,” tulis Gatot dalam akun Twitter pribadinya, Jumat malam, 21 September 2018. (tempo)

Topics #Featured #G30s/PKI #pahlawan revolusi #sesi wawancara #test TNI AU #TNI AU