Sugeng Suroso sangat bangga hari itu. Tukang bubur yang punya penghasilan sekitar Rp 50 ribu sehari ini tak menyangka Imron Ichwani anaknya berhasil dilantik menjadi taruna.

Imron Ichwani merupakan anak ketiga Sugeng, dari enam bersaudara dan tinggal di rumah yang sederhana. Imron dilantik bersama 775 prajurit dan bhayangkara taruna lainnya di Stadion Sapta Marga, Kampus Akademi Militer, Magelang, Jawa Tengah.

Setelah sempat viral di medsos, Imron mengaku mempunyai mimpi menjadi tentara.

“Keinginan tersebut semakin kuat, ketika ada sosialisasi di sekolah dari Ajenrem 071 Wijayakusuma. Kemudian langsung daftar dan alhamdulillah bisa lolos dari mulai tahap daerah sampai dengan pusat,” terang Imron dalam keterangan tertulis, Kamis (1/11/2018).

Meski dengan kondisi ekonomi yang pas-pasan, tidak menyurutkan semangat Imron dan keluarga mewujudkan mimpi menjadi taruna Akmil.

Imron mengejar mimpinya dengan sungguh-sungguh. Prestasinya selama di sekolah membuatnya masuk dalam kelompok unggulan. Alasan bisa masuk calon unggulan, Imron menyampaikan hal itu dimungkinkan karena prestasinya semasa di sekolah.

“Saya berusaha belajar dengan keras agar mewujudkan cita-cita tersebut, dan alhamdulillah semasa SMA masuk di SMA 1 Purwokerto serta saat ikut seleksi pusat masuk dalam kelompok calon unggulan,” jelas Imron.

“Waktu SMA, saya mendapatkan nilai sepuluh pada ujian nasional matematika dan juga pernah ikut olimpiade matematika tingkat provinsi serta aktif di OSIS dan Paskibra,” kata Imron.

Namun sayang, Sugeng hanya bisa berbahagia di rumah sakit. Ia harus opname selama 2 bulan akibat hepatitis.

Rudi, kakak tertua Imron yang menggantikan ayahnya untuk bisa menghadiri acara pelantikan itu.Dengan sakitnya sang bapak, menurut Rudi, perekonomian keluarga sekarang menjadi tanggung jawabnya sebagai kakak tertua.

“Bapak tidak bisa ikut karena sakit hepatitis, sehingga tinggal di rumah. Tadi kita berangkat bersama nenek, ibu, dan Om Bowo serta saudara naik mobil yang dicarter sehari sekitar 700 ribu. Tapi lumayan karena kenal, harganya bisa turun,” tutur Rudi.

“Tapi, tidak apa-apa, karena setidaknya nenek, ibu, dan saya serta om bisa hadir bersama Imron walau sebentar,” imbuh Rudi, yang sehari-hari bekerja menjadi tukang servis ponsel ini.
(fai/dkp/detik)

Topics #Featured #Imron Ichwani #Taruna Akmil #Tukang Bubur