Beberapa waktu lalu, saat ngopi.. eh ngeteh, seorang teman berkisah (baca :curhat) tentang gaya hidup mewah di sekolah anaknya. Demi menjaga rahasia, sebut saja namanya Kumbang.

Anak pertama Kumbang, duduk di kelas 9. Di salah satu SMP swasta di Medan. Sebentar lagi akan melanjutkan ke tingkat SMA/SMK.

“Pening aku bro nengok sekolah sekarang ini. Acara perpisahannya butuh duit banyak. Padahal, butuh duit lebih banyak lagi buat daftar ke SMA nanti,” kata Kumbang membuka percakapan.

“Belum lagi ujian akhir, udah minta duit Rp190ribu buat buku tahunan. Setelah kulihat di internet, bikin buku kekgitu cuma Rp90ribu. Sisanya kemana itu,” protes Kumbang.

Memang setelah kami lihat bersama, harga buku tahunan yang dianggarkan sekolah terlalu mahal.

“Busyet, banyak kali ‘makan’-nya ya,” ujarku sedikit memancing.

Dan…

“Itulah. Kalau dikalikan 280 siswa kelas 9, udah Rp28juta masuk ke kantong sekolahnya,” balasnya, mulai sedikit emosi.

“Itu belum seberapa. Pas acara perpisahan, minta duit lagi Rp800ribu. Buat nginap di hotel di Berastagi. Ada acara prom nightnya pulak lagi. Ntah hapa hapa,” sambungnya cepat. Dah mulai darah tinggi kawan ini, kayaknya.

Aku hanya mendengar. Sambil membuat seribu alasan. Kalau-kalau curhatnya berakhir dengan utang.

“Ini namanya belajar gaya hidup mewah di sekolah,” bilang Kumbang. Kali ini sambil meninju meja di depannya.

“Bukannya aku nggak mampu,” katanya yang membuatku lega. Berarti endingnya bukan utang nih. Melainkan curhat murni.

“Seharusnya anak-anak seusia itu, banyak belajar hidup sederhana. Atau diajari jadi wirausaha. Bukan malah diajari menghambur-hamburkan uang,” rentetan kata-katanya dibumbui muncratan ludah. Untung aku bisa ngelak.

“Betul juga katamu,” kataku sedikit mendinginkan suasana.

“Bisa aku minta nomor guru atau kepala sekolahnya. Biar kutanyai,” sambungku.

“Mantap itu. Nanti kucari nomornya. Terus kukasi ke kau ya. Kau viralkan. Biar tau orang itu. Aku nyari duit susah. Bukan modal tuyul atau babi ngepet. Dasar sontoloyo,”repetnya.

“Siap komandan,”kataku lagi. Tapi dalam hati, “Lumayan nih. Mana tau bisa cair dari sekolah tu. Wikwikwik.”

Topics #Featured #gaya hidup mewah #prom night #smp swasta di medan