Buat anda yang ingin pinjam uang secara online, baiknya baca tulisan ini terlebih dahulu. Agar tidak menyesal di kemudian hari.

Iklan pinjam uang secara online marak di medsos. Mereka menawarkan pinjaman yang langsung masuk ke rekening, dengan syarat mudah. Hanya bermodal KTP, uang pun mengalir.

Tapi apa yang terjadi selanjutnya? Perlu diketahui, saat anda melakukan pinjam uang secara online, anda juga harus menginstall aplikasi. Saat itu terjadi, semua data di smartphone anda akan leluasa diakses mereka.

Selain bunga pinjaman yang tinggi, jangan sekali-kali anda menunggak atau bahkan berniat menipu. Karena data yang mereka dapat dari hape anda, akan dipergunakan untuk mengintimidasi.

Salah seorang korban pinjaman online, May, menuturkan bahwa debt collector begitu kasar dalam menagih utang. Salah satu yang paling diingatnya adalah debt collector bernama N.

Melalui WhatsApp, N memintanya menjual diri agar bisa membayar utang. “Kita disuruh jadi pelacur,” ujarnya.

Debt collector juga menyebarkan pesan ke seluruh orang di kantornya. Pesan itu seakan-akan dirinya melakukan pencurian atau penggelapan uang perusahaan.

“Sampai atasan saya meminta saya mengundurkan diri. Tapi, saya akhirnya jelaskan semua,” ungkapnya kemarin.

Dia berutang kepada tiga aplikasi pinjam uang secara online. Di aplikasi pertama, dia utang hanya Rp 1 juta, tapi kini dihitung menjadi Rp 4,5 juta.

Di aplikasi kedua, dia berutang Rp 1,5 juta dan kini menjadi sekitar Rp 2 juta. Terakhir, May utang Rp 1 juta dan kini membengkak menjadi Rp 2,3 juta.

Korban pinjaman online lainnya, warga Pasuruan, Leni Pujianti, menuturkan bahwa dirinya ditagih dengan cara yang begitu kasar. Debt collector itu secara bertubi-tubi melakukan teror.

“Saya bahkan disuruh menjual anak saya,” tuturnya. Teror ke kantor anaknya juga dilakukan debt collector.

AWAS! 227 Usaha Pinjam Uang Secara Online adalah Ilegal

Menurut data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), setidaknya terdapat 227 usaha peer to peer (P2P) lending atau pinjaman online yang tidak terdaftar atau tidak memiliki izin usaha. Mereka inilah yang sering mengintimidasi peminjam yang gagal bayar.

Ketua Satgas Waspada Investasi OJK Tongam L. Tobing mengungkapkan, berdasar Peraturan OJK Nomor 77/POJK.01/2016, penyelenggara P2P lending wajib mengajukan pendaftaran dan perizinan kepada pihaknya. “Kami mengimbau masyarakat tidak melakukan kegiatan dengan P2P lending ilegal. Yang dirugikan segera melapor ke polisi,” papar Tongam kemarin.

Dia melanjutkan, pihaknya telah melakukan berbagai tindakan untuk menghentikan P2P lending yang ilegal. Caranya, antara lain, mengumumkan kepada masyarakat daftar P2P lending ilega.

Kemudian meminta Kemenkominfo memblokir website dan aplikasi tersebut pada Playstore. Mereka juga menyampaikan laporan kepada Bareskrim Polri.

“Yang jelas, satgas waspada investasi sangat mendorong penegakan hukum terhadap para pelaku usaha kegiatan P2P lending ilegal ini,” lanjutnya.

(jpnn/xyz)

Topics #debt collector #Featured #online #pinjam uang