Meski masih mengadopsi hukum warisan Belanda, kondisi penjara di Belanda dengan di Indonesia ternyata jauh berbeda. Jika di Indonesia penjara penuh sesak, di Belanda malah sebaliknya. Penjara ditutup karena nggak ada tahanan.

Penutupan penjara di Belanda ini malah bisa jadi kabar buruk. Karena akan ada banyak orang yang harus kehilangan pekerjaannya.

Lucunya, sebelum ditutup, pemerintah Belanda mencari cara untuk mengisi penjaranya. Salah satu cara adalah bekerja sama dengan Norwegia. Kini ada 234 tahanan Norwegia yang dipenjara di Belanda.

Rendahnya angka kriminal di Belanda disebabkan oleh sistem penjara dan cara mereka memperlakukan tahanan. Menurut BBC, nggak sampai 10% tahanan yang kembali di tangkap dan dijebloskan di penjara.

Ternyata, begini hukum di Belanda memperlakukan para penjahat.

1. Penjara di Belanda memperlakukan tahanan sesuai pribadi masing-masing.

Pengelola penjara berusaha mencari dan menyelesaikan akar masalah. Kata Jan Roelof van der Spoel, wakil gubernur penjara di Norgerhaven, kalau ada yang agresif maka mereka diberi konseling soal mengatur amarah. Dan jika masalahnya tentang uang maka mereka mengikuti konseling soal keuangan juga.

2. Rehabilitasi Pecandu narkoba.

Menurut Kompas, mengutip dari penelitian yang dilakukan sejak tahun 2008, hukum di Belanda soal penggunaan narkotika memang longgar. Penegak hukum lebih fokus agar pengguna narkotika mendapat rehabilitas daripada masuk penjara.

3. Belanda juga memasangkan gelang kaki elektronik untuk para narapidana. Mereka masih bisa bekerja namun diawasi dari gelang kaki tersebut

Selain itu, ada juga teknologi gelang kaki elektronik di Belanda yang dipasang pada tersangka kasus kejahatan sebagai hukuman. Mereka jadi tahanan rumah dan masih bisa melakukan aktivitas normal seperti bekerja. Tapi, gelang elektronik itu akan mengawasi semua kegiatan mereka. Menurut Sjef van Gennip, direktur dari Masa Percobaan Belanda, hal itu lebih murah daripada memasukkan mereka ke penjara.

4. Hakim di Belanda lebih memilih untuk memberi hukuman alternatif selain dipenjara seperti bayar denda atau kerja sosial

Menurut BBC, hakim juga lebih memilih memberi hukuman berupa bayar denda atau kerja sosial. Daripada mendekam di penjara dan jadi tanggungan negara, pelaku kriminal dianggap lebih baik berkontribusi bagi masyarakat sekitar.

Nah, bagaimana jika 4 cara tersebut diberlakukan di Indonesia,?

Topics #Featured Post #penjara di Belanda