Hebatnya Ria Ricis. Kalimat itu keluar saat melihat Ria Ricis bisa mengolah kabar duka cita menjadi pundi-pundi rupiah.

Berawal dari kepergian ayahnya untuk selama-lamanya.  Ria Ricis yang saat itu sedang berada di Labuan Bajo, tak bisa meghadiri prosesi pemakaman ayahanda. Ricis baru bisa mengunjungi makam sang ayah keesokan harinya.

Sebagai konten kreator dengan subscriber seabrek, kisah dramatis tersebut tak luput dari penciuman bisnis Ria Ricis.  5 Video bertema duka pun tercipta.

Jutaan penonton yang menyaksikan 5 video tersebut tak dibuang sia-sia. Lebih kurang ada 10 adsense yang nongol di tiap video.

Namun ada juga yang menyayangkan aksi Ria Ricis memonitize video duka tersebut. Salah satu Tweet yang ramai membahas dan menyayangkan sikap Ricis datang dari pegiat media sosial, Mazzini Sadam.

Mazzini mengungkapkan pendapatnya tentang konten-konten Ricis yang dinilainya nggak etis. “Mendulang traffic dan adsense dari kematian ayah kandung adalah sehina-hinanya konten,” tulis Mazzini melalui akun @mazzini_gsp pada Senin, 7 Juni 2021.

Pro dan kontra adalah hal biasa. Dan tetap tak bisa dipungkiri betapa hebatnya Ria Ricis.

Ya, Hebatnya Ria Ricis mematikan dan membendung rasa empati dan dukanya untuk bisa mendulang uang.

hebatnya ria ricis

Topics #kabar duka ria ricis #konten kreator #ria ricis