Sabun Cuci Piring Mom, ternyata lahir dari kegelisahan Sang Nenek.

Sosok wanita berusia 90-an tahun itu termenung di tengah keramaian acara arisan. Pandangannya menerawang kosong. Canda tawa para cucu seolah tak terlihatnya.

“Kok termenung aja nek. Apa yang nenek pikirkan?,” tanya Mulyanto. Salah satu di antara puluhan cucu yang hadir di acara itu.

“Nenek sedih lihat cucuku banyak yang dirumahkan. Kalau seperti ini terus, mau makan apa anak istrinya?,” balas sang Nenek.

Meski sudah berusia lanjut, kabar badai corona yang memporakporandakan perekonomian ternyata tak luput dari perhatian Nenek.

Awalnya hanya diramaikan senda gurau semata, topik pembicaraan di acara arisan keluarga pun berubah. Masing-masing mengeluarkan ide usaha.

Mulyanto yang lulusan Teknik Kimia dari kampus ternama, mengusulkan pembuatan sabun cuci piring.

“Mending bikin sabun cuci piring. Nggak ada basinya. Dan produknya selalu dibutuhkan di rumah,” ujar Mulyanto yang disetujui anggota keluarga lainnya.

Tak butuh waktu lama, UMKM di bawah UD Tiga Sedulur pun terbentuk di bulan Maret 2021 lalu. Tepatnya sebulan setelah nenek mengutarakan kegelisahannya.

Dan bukan hanya sabun cuci piring, tapi juga sabun cuci tangan dan pembersih lantai, berhasil diproduksi.

“Alhamdulillah, usaha ini berkembang pesat. Kini dalam sehari, kami bisa memproduksi 5000 botol sabun. Bukan hanya menyerap tenaga kerja, dari setiap botol yang terjual, Rp500 disumbangkan ke Masjid Subulussalam Mabar dan membantu warga sekitar,” terang Mulyanto.

“Bagi kalian yang mau nyari tambahan penghasilan, bisa jadi reseller kita. Sekalian bersedekah lho,” promo Mulyanto.

Sabun cuci piring mom

Topics #kecamatan medan deli #kelurahan mabar #merk mom #Sabun cuci piring #umkm